Delegasi NTB Sampaikan Pandangan LPJ di Munas LDII Jakarta, Usulkan Kader Terbaik Pimpin DPP

Delegasi NTB Sampaikan Pandangan LPJ di Munas LDII Jakarta, Usulkan Kader Terbaik Pimpin DPP
Jakarta – Delegasi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan tanggapan dan pandangan terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang digelar di Jakarta, 7 – 9 April 2026.
Penyampaian pandangan tersebut berlangsung dalam forum sidang pertanggungjawaban DPP LDII periode 2021–2026, sebagai bagian dari mekanisme organisasi dalam mengevaluasi kinerja kepengurusan.
Delegasi DPW LDII NTB diwakili oleh Dea Guru H. Abdul Halim Lubis, S.Ag, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Sumbawa. Dalam penyampaiannya, ia memberikan tanggapan konstruktif terhadap pelaksanaan program kerja DPP selama masa bakti 2021–2026.
Ia menekankan pentingnya penguatan program dakwah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah agar semakin solid dan berdaya saing.
“Melalui forum Munas ini, kami dari NTB memberikan apresiasi atas kinerja DPP, sekaligus menyampaikan sejumlah masukan demi perbaikan dan kemajuan organisasi ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, delegasi NTB juga menyatakan sikap tegas dengan menerima Laporan Pertanggungjawaban DPP secara utuh tanpa catatan. Hal tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kinerja kepengurusan di bawah kepemimpinan Chriswanto Santoso.

Namun demikian, dalam dinamika Munas, diketahui bahwa Chriswanto Santoso menyatakan tidak bersedia untuk dicalonkan kembali sebagai Ketua Umum DPP LDII periode selanjutnya.
Menyikapi hal tersebut, NTB mengusulkan salah satu kader terbaik DPP LDII, yakni Dody Taufik Wijaya, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, untuk dipertimbangkan sebagai calon Ketua Umum.
Sementara itu, Sekretaris DPW LDII NTB, H. M. Ramdhani, ST., M.Si, menegaskan bahwa sikap NTB merupakan hasil kesepakatan bersama yang mengedepankan kepentingan organisasi secara nasional.
“Kami di NTB sepakat menerima LPJ secara utuh tanpa catatan sebagai bentuk kepercayaan terhadap kinerja DPP. Di sisi lain, usulan terhadap kader terbaik merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan yang kuat dan berintegritas di tubuh LDII,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sosok yang diusulkan diharapkan mampu melanjutkan program-program strategis organisasi sekaligus membawa LDII lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
Menurut delegasi NTB, sosok H. Dody Taufik Wijaya dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta rekam jejak organisasi yang mumpuni untuk melanjutkan estafet kepemimpinan LDII ke depan.
Forum Munas LDII sendiri menjadi momentum strategis dalam menentukan arah kebijakan organisasi ke depan, termasuk merumuskan program kerja, memperkuat peran dakwah, serta menjaga kontribusi LDII dalam pembangunan nasional.
Partisipasi aktif delegasi NTB menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung kemajuan Lembaga Dakwah Islam Indonesia secara nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara pusat dan daerah.
Pelaksanaan Munas di ikuti di seluruh Provinsi,termasuk di NTB di ikuti beberapa DPD-DPD.

Stodio Provinsi NTB

